Belajar Berhenti Menjadi Makhluk Kebiasaan
Salaamun'alaik!
Postingan pertama kali ini kumulai setelah membaca sebagian buku "Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 2!"nya Ajahn Brahm dan aku memutuskan belajar untuk tidak menjadi makhluk kebiasaan. Rasanya tak akan rugi jika mencoba hal-hal sederhana yang biasa dilakukan sehari-hari dengan cara yang berbeda.
Hari ini dimulai dengan latihan kecil pada rutinitas yang kulakukan sehari-hari. Hei, ternyata ini menyenangkan! Bangun tidur, kucoba bernapas dengan cara terbalik. Jika biasa menarik napas dahulu baru menghembuskan napas, kali ini aku menghembuskan napas terlebih dahulu baru menarik napas. Memang sih secara logika rasanya akan sama saja, tapi untuk mulai melakukan hal ini aku membutuhkan kesadaran yang lebih. Aku juga mencoba menggosok gigi dengan arah terbalik. Jika biasanya aku menggosok gigi dari atas ke bawah, maka hari ini dibalik menjadi dari bawah ke atas. Aku tesenyum sendiri melakukan hal ini, asik juga ternyata. Rasanya aneh. Pergi ke sekolah juga kulewati dengan jalan yang berbeda dari biasanya. Bodohnya, aku melewati jalan berbeda kali ini beresiko tersesat dan waktuku berangkat ke sekolah sangat terbatas. Sepanjang jalan ke sekolah aku menertawakan ketololanku bersama Ira, temanku. Bagaimana jika kami tersesat dan terlambat ke sekolah. Akhirnya kami memang terlambat sepuluh menit dan mengalami banyak kebingungan di sepanjang jalan. Kelihatan seperti kurang kerjaan, tapi tak ada salahnya mencoba. Ajahn Brahm benar. Ini menyenangkan, lebih hidup, lebih sadar, mengerahkan lebih banyak energi, dan cukup ampuh mengatasi kejenuhan. Perjalanan ke sekolah yang selalu sama dilakukan dari hari Senin-Sabtu hanya akan membuat jenuh dan malas setiap paginya. Rutinitas yang sama setiap hari hanya akan membuat kita seperti robot dan membosankan, tidak hidup.
"Ketika kita melakukan hal dengan cara yang berbeda, kita terbangun, kita akan memiliki lebih banyak energi. Jika kita menjadi makhluk kebiasaan, maka batin kita mati perlahan-lahan, penyadaran penuh kita hilang. Orang-orang yang menjalani rutinitas, batin mereka mati, itu yang disebut pikun. orang-orang yang kehilangan ingatannya terus melakukan aktivitas dengan cara yang sama, ...." (Ajahn Brahm)
Hal-hal tersebut di atas dilakukan untuk mengobati kejenuhan dan menghentikan kebiasaan buruk mengeluh pagi-pagi sebelum pergi sekolah. :)
Postingan pertama kali ini kumulai setelah membaca sebagian buku "Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 2!"nya Ajahn Brahm dan aku memutuskan belajar untuk tidak menjadi makhluk kebiasaan. Rasanya tak akan rugi jika mencoba hal-hal sederhana yang biasa dilakukan sehari-hari dengan cara yang berbeda.
Hari ini dimulai dengan latihan kecil pada rutinitas yang kulakukan sehari-hari. Hei, ternyata ini menyenangkan! Bangun tidur, kucoba bernapas dengan cara terbalik. Jika biasa menarik napas dahulu baru menghembuskan napas, kali ini aku menghembuskan napas terlebih dahulu baru menarik napas. Memang sih secara logika rasanya akan sama saja, tapi untuk mulai melakukan hal ini aku membutuhkan kesadaran yang lebih. Aku juga mencoba menggosok gigi dengan arah terbalik. Jika biasanya aku menggosok gigi dari atas ke bawah, maka hari ini dibalik menjadi dari bawah ke atas. Aku tesenyum sendiri melakukan hal ini, asik juga ternyata. Rasanya aneh. Pergi ke sekolah juga kulewati dengan jalan yang berbeda dari biasanya. Bodohnya, aku melewati jalan berbeda kali ini beresiko tersesat dan waktuku berangkat ke sekolah sangat terbatas. Sepanjang jalan ke sekolah aku menertawakan ketololanku bersama Ira, temanku. Bagaimana jika kami tersesat dan terlambat ke sekolah. Akhirnya kami memang terlambat sepuluh menit dan mengalami banyak kebingungan di sepanjang jalan. Kelihatan seperti kurang kerjaan, tapi tak ada salahnya mencoba. Ajahn Brahm benar. Ini menyenangkan, lebih hidup, lebih sadar, mengerahkan lebih banyak energi, dan cukup ampuh mengatasi kejenuhan. Perjalanan ke sekolah yang selalu sama dilakukan dari hari Senin-Sabtu hanya akan membuat jenuh dan malas setiap paginya. Rutinitas yang sama setiap hari hanya akan membuat kita seperti robot dan membosankan, tidak hidup.
"Ketika kita melakukan hal dengan cara yang berbeda, kita terbangun, kita akan memiliki lebih banyak energi. Jika kita menjadi makhluk kebiasaan, maka batin kita mati perlahan-lahan, penyadaran penuh kita hilang. Orang-orang yang menjalani rutinitas, batin mereka mati, itu yang disebut pikun. orang-orang yang kehilangan ingatannya terus melakukan aktivitas dengan cara yang sama, ...." (Ajahn Brahm)
Hal-hal tersebut di atas dilakukan untuk mengobati kejenuhan dan menghentikan kebiasaan buruk mengeluh pagi-pagi sebelum pergi sekolah. :)
Komentar
Posting Komentar