Cerita Kita tentang Pelangi hingga Komedi Putar
Kau adalah manusia yang kujumpa sesaat setelah hujan reda. Syukurnya aku tak menjumpaimu di saat pelangi ada. Aku takut pamali. Karena, walaupun pelangi membentuk pita warna-warni raksasa dengan panjang gelombang sekian nanometer mirip busur cahaya yang terbentang menuju horizon, dalam waktu yang tidak lama dia akan menghilang. Aku tak suka jika perjumpaan kita yang menurutku memesona itu berakhir demikian. Aku tak suka jika kau datang dalam waktu yang singkat kemudian menghilang begitu saja, kemudian datang lagi di hujan reda mana yang kau hendaki dan menghilang lagi, begitu seterusnya. Kau tahu tentang kisah Ikan Paus Merah yang mengelilingi tujuh lautan dengan panah tertancap di tubuhnya selama berabad-abad? Cerita ini dituliskan seseorang di tepian pantai sebuah kota di mana pelangi tidak pernah memudar, katanya. Namanya Simon’s Town , tepatnya di Pelabuhan Ratu. Kau tahu itu dimana? Aku tidak pernah tahu. Tapi aku ingin sekali tahu. Jika aku tak suka menjumpaimu di saat ...