Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2017

Anggap Saja Perasaan Kita Mirip

Akan kuceritakan padamu tentang perasaanku di suatu masa. Dimana ketika kamu bercerita tentangnya di hadapanku. Mendeskripsikan tentang betapa kau sangat mencintainya. Bahkan selalu menyebut namanya beserta orangtuanya dalam doamu seusai sholat. Tentang rindu-rindumu yang tertahan, tentang kesalmu terhadap jarak dan waktu, tentang indahnya pertemuan, tentang cemburumu pada setiap laki-laki yang memiliki kesempatan melihatnya setiap hari, dan banyak lagi. Pernah juga di satu waktu kau berandai bisa menjadi pendamping hidup yang akan menjaganya, menjadi tempat bersandar dan bergantungnya.  Seringkali kita tidak menyadari perasaan orang-orang terdekat kita. Bagaimana bila aku yang selalu mendengar ceritamu memiliki perasaan yang mirip seperti yang kau miliki terhadap orang lain? Aku yang kalang kabut setiap kali bertemu denganmu, rindu-rinduku yang tertahan, cemburuku pada dia yang selalu ada dalam ceritamu−dia yang sangat beruntung bisa kau cintai, keinginanku yang tak bisa ...

s p a s i

Sudah menjadi hal biasa kita melakukan hal-hal yang berlebihan saat hati sedang merasa butuh sesuatu, apapun itu. Merasakan rindu, membutuhkan keberadaan orang-orang terdekat, merasa seakan-akan butuh pada semua orang, ingin menyendiri tanpa diganggu sesuatu apapun,  merasa setiap hari cukup melelahkan, patah hati, putus asa, kecewa, kosong. Mungkin setiap kita pernah merasakan salah satunya. Aku percaya kita punya cara sendiri menyelesaikan masalah tersebut. Tapi kebanyakan dari kita membutuhkan sedikit jeda atau spasi antara masalah dan penyelesaiannya. Memakan yang pedas-pedas sampai telingamu panas, minum kopi bergelas-gelas banyaknya sampai lambungmu perih, duduk melamun di kafe sendirian tanpa melakukan sesuatu apapun dan menghiraukan orang-orang di sekitar sampai kafe tutup dan diusir waitress, mengurung diri di dalam kamar, memutar puluhan film, tidur sepanjang hari sampai hari berikutnya, memandang tampias di langit-langit kamar, duduk sendiri memandang jalanan di trotoa...

Kuutarakan Sayangku Padamu dengan Setangkai Keulayu

Harusnya musim kemarau sudah mulai masuk. Namun demikian, curah hujan masih tinggi. Pertemuan angin berpotensi memicu pertumbuhan awan, angin baratan belum ingin beristirahat mungkin karena lintas khatulistiwa akhir-akhir ini suka panas berlebihan. Hujan masih sering turun, kadang gerimis kadang juga lebat. Aku suka aroma saat hujan lebat turun jam empat sore dan matahari bersinar di waktu bersamaan. Di waktu yang bersamaan pula, setelah sekian lama Mei datang ke rumah.   Aku teringat dulu saat masih usia tujuh, Mei ke rumahku membawa beberapa tangkai buah keulayu. “Aku sendiri yang memanjatnya di pohon tepian sungai, tak tahan kulihat ada tangkai yang banyak buahnya, takut dicuri anak-anak lain maka kupanjat sendiri pohonnya. Jangan sampai Mak dan Apak tahu ya”, kata Mei berbisik. Dulu aku merengek pada Mak untuk dihantarkan belajar mengaji pada kakeknya. Tapi Mak bilang aku sudah lancar mengaji. Hilanglah alasanku untuk bisa bermain dengan Mei setiap malam. Aku perna...

Belajar Berhenti Menjadi Makhluk Kebiasaan

Salaamun'alaik! Postingan pertama kali ini kumulai setelah membaca sebagian buku "Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 2!"nya Ajahn Brahm dan aku memutuskan belajar untuk tidak menjadi makhluk kebiasaan. Rasanya tak akan rugi jika mencoba hal-hal sederhana yang biasa dilakukan sehari-hari dengan cara yang berbeda. Hari ini dimulai dengan latihan kecil pada rutinitas yang kulakukan sehari-hari. Hei, ternyata ini menyenangkan! Bangun tidur, kucoba bernapas  dengan cara terbalik. Jika biasa menarik napas dahulu baru menghembuskan napas, kali ini aku menghembuskan napas terlebih dahulu baru menarik napas. Memang sih secara logika rasanya akan sama saja, tapi untuk mulai melakukan hal ini aku membutuhkan kesadaran yang lebih. Aku juga mencoba menggosok gigi dengan arah terbalik. Jika biasanya aku menggosok gigi dari atas ke bawah, maka hari ini dibalik menjadi dari bawah ke atas. Aku tesenyum sendiri melakukan hal ini, asik juga ternyata. Rasanya aneh. Pergi ke sekolah juga...