Anggap Saja Perasaan Kita Mirip
Akan kuceritakan padamu tentang perasaanku di suatu masa. Dimana ketika kamu bercerita tentangnya di hadapanku. Mendeskripsikan tentang betapa kau sangat mencintainya. Bahkan selalu menyebut namanya beserta orangtuanya dalam doamu seusai sholat. Tentang rindu-rindumu yang tertahan, tentang kesalmu terhadap jarak dan waktu, tentang indahnya pertemuan, tentang cemburumu pada setiap laki-laki yang memiliki kesempatan melihatnya setiap hari, dan banyak lagi. Pernah juga di satu waktu kau berandai bisa menjadi pendamping hidup yang akan menjaganya, menjadi tempat bersandar dan bergantungnya. Seringkali kita tidak menyadari perasaan orang-orang terdekat kita. Bagaimana bila aku yang selalu mendengar ceritamu memiliki perasaan yang mirip seperti yang kau miliki terhadap orang lain? Aku yang kalang kabut setiap kali bertemu denganmu, rindu-rinduku yang tertahan, cemburuku pada dia yang selalu ada dalam ceritamu−dia yang sangat beruntung bisa kau cintai, keinginanku yang tak bisa ...