Anggap Saja Perasaan Kita Mirip



Akan kuceritakan padamu tentang perasaanku di suatu masa. Dimana ketika kamu bercerita tentangnya di hadapanku. Mendeskripsikan tentang betapa kau sangat mencintainya. Bahkan selalu menyebut namanya beserta orangtuanya dalam doamu seusai sholat. Tentang rindu-rindumu yang tertahan, tentang kesalmu terhadap jarak dan waktu, tentang indahnya pertemuan, tentang cemburumu pada setiap laki-laki yang memiliki kesempatan melihatnya setiap hari, dan banyak lagi. Pernah juga di satu waktu kau berandai bisa menjadi pendamping hidup yang akan menjaganya, menjadi tempat bersandar dan bergantungnya. 

Seringkali kita tidak menyadari perasaan orang-orang terdekat kita. Bagaimana bila aku yang selalu mendengar ceritamu memiliki perasaan yang mirip seperti yang kau miliki terhadap orang lain? Aku yang kalang kabut setiap kali bertemu denganmu, rindu-rinduku yang tertahan, cemburuku pada dia yang selalu ada dalam ceritamu−dia yang sangat beruntung bisa kau cintai, keinginanku yang tak bisa tertuang−sebab aku perempuan, dan aku tak akan pernah boleh memulai duluan. Pernah juga dengan lancangnya di satu waktu aku berandai bisa menjadi pendamping hidup yang akan menguatkanmu, bersandar dan bergantung kepadamu padahal aku tahu kau amat mencintainya. Harapanku sungguh setinggi langit.

Ternyata di waktu yang lain, Tuhan mengatur cerita lain pula. Aku tak perlu banyak bicara dan banyak tingkah untuk mengungkapkan semuanya. Aku tak perlu memulai duluan. Diam adalah bahasa yang kusampaikan kepadamu dulu. Kau sendiri yang memberi jawaban terhadap perasaanku, dan kau memintaku untuk menjawab perasaanmu. Saat kau membutuhkan jawabanku, aku diam saja. Tidak percaya. Ini berarti aku tak perlu lagi pura-pura tak peduli, agar kau tak tahu bahwa aku menyimpan perasaan terhadapmu, tak perlu lagi pura-pura tak cemburu, dan bisa dengan bebas menanyai kondisimu. Aku menyukai waktu-waktu itu. Nanti akan kuceritakan bagaimana perasaanku mendengar kau berandai bisa menjadi pendamping hidupnya bahkan mengaminkan harapanmu.

Komentar