ROKO(K)PI
Ayo seduh dulu beberapa cangkir kopi, atau secangkir untuk bersama juga tak masalah. Tak begini lagi kita nanti jadinya. Mungkin ada yang kawin, beranak, kemudian berbahagia. Atau mungkin salah satu dari kita akan menjadi pengembara, naik kereta, kemudian menghilang entah di sudut kota atau di puncak gunung yang mana. Ayo lewati panjangnya malam dulu. Tak ada rokok seperti kurang ramai. Di kantongku ada sebatang, aku minta pemantik, siapa yang punya? Kita hisap rokok sebatang saja jika memang tak punya, tapi kalau bisa jangan cepat habisnya. Biar ada teman minum kopi. Ayo menunggu pagi. Seperti tak menyenangkan tidur malam di usia ini. Kau, ambillah gitar dan mainkan sesukamu. Boleh mencaci tapi jangan berteriak. Nyanyikan lagu sesukamu. Sambil kita bincangkan tentang rusaknya dunia bolehlah kau nyanyikan lagu tentang moleknya makhluk Tuhan bernama perempuan asal jangan kau bawa nama bapak-ibu kita. Ayo sruput lagi kopinya. Kopi kita mulai dingin. Agar tetap nikm...