KITA, di kota masing-masing



Untuk seorang kamu, aku cuma mau mengingatkan kalau hari ini di pertengahan musim penghujan yang lalu kita saling bertukar cerita tanpa saling bertukar pandang. Harusnya kau mengucapkannya saat kornea mata kita berjumpa. Tapi tak masalah, kita bisa berjumpa pada titik yang sama, yaitu pada titik keyakinan dan penerimaan.  Sejak saat itu kita membangun hubungan sangat tidak mudah. Mulai dari sikap tempramenmu yang tidak karuan, kadar cemburumu yang luar biasa, serta aku yang tidak pernah mau mengalah dan diatur kamu sedikit pun. Kita masih belajar mengalahkan ego masing-masing yang tinggi. Bahkan dengan bodohnya, kadang-kadang terlintas pikiranku hendak ingin pergi. Ya… terkadang aku memang benar-benar bodoh pada banyak hal, kuharap kamu mengerti.

Sekarang pertengahan musim panas, kata temanku di tempatmu turun hujan tadi siang. Seperti yang pernah kukatakan pdamu dulu, itu berarti rinduku telah sampai di kotamu. Di kotaku hujan belum turun sama sekali. Sebelum menulis ini aku menyeduh secangkir teh tanpa gula (aku belajar tak lagi minum kopi) dan menyeruputnya duduk di kursi menghadap jendela bersama bunga di meja. Rasanya sunyi. Aku membayangkan kita meyeruput teh hangat sore-sore, menyenangkan rasanya jika dilakukan sembari melihat bukit-bukit, atau menanti kabut, atau mungkin jika tak hujan kita bisa melakukannya sembari memerhatikan matahari tenggelam. Boleh di kotamu, di kotaku juga boleh. Akan lebih indah di kota yang kita tempati bersama kelak. Kau tahu maksudku, aku rindu.

Dalam lamunanku yang kadang-kadang kuno, ingin aku kauselipkan ilalang di sela telingaku dan membiarkanmu mengecup keningku. Kau bisa menebak bagaimana biasanya aku membaca buku-bukuku, saat yang bersamaan aku suka melamun tentang kita.  Di kamarku, aku biasanya menempati meja belajarku, dan memutar Sinfonietta berulang kali, atau jika bosan aku suka memutar instrument One’s Summer Day dan Always with Me secara bergantian. Musik-musik itu membuatku tenang membayangkan tentang kita jika sesekali waktu aku membaca cerita bergenre romance.

P.S.: Aku Sayang Kamu

Komentar